Cuan dan Jejak Hokkien di Bahasa Gaul


“Cuan”
hari ini identik dengan uang dan untung. Anak muda pakai kata ini di mana-mana: “lagi cari cuan”, “cuan tipis”, “cuan kenceng”. Padahal asal katanya jauh dari bahasa gaul, datang dari dialek Hokkien, yaitu bahasa Tionghoa Selatan yang dibawa perantau ke Nusantara.

Asal Kata

  • Cuan (賺 / tsuan) dalam Hokkien artinya untung atau profit.
  • Dari sini, maknanya pindah ke bahasa Indonesia urban: uang, pendapatan, atau kesempatan cari rezeki.

Kata Serumpun dari Hokkien yang Masuk Bahasa Indonesia

Selain cuan, ada banyak kata Hokkien yang kita pakai sehari-hari tanpa sadar:

  • Ong (旺) → hoki, keberuntungan. “Lagi ong banget hari ini.”
  • Hoki (福氣, hok-ki) → nasib baik, keberuntungan.
  • Cengli (情理) → adil, wajar. “Harga segini masih cengli lah.”
  • Kocek (摳錢, kho-chhiⁿ) → dompet, uang. “Tebak-tebakan buat nguras kocek.”
  • Gocap (五十, gōo-tsiap) → lima puluh. Sampai sekarang dipakai buat nominal uang.
  • Cepek (一百, chit-pak) → seratus.
  • Goceng (五千, gōo-chheng) → lima ribu.
  • Senggol (生勾, seng-kau) → dorong, sentuh, geser.
  • Loteng (樓頂, lâu-téng) → atap rumah.
  • Ongkos (可能 dari “ang-kó”, biaya/uang).

Kenapa Bisa Menyebar?

Bahasa Hokkien melekat lewat perdagangan dan komunitas Tionghoa di pelabuhan Nusantara. Kata-katanya sederhana, langsung soal uang, dagang, untung, jadi cepat nyampur ke lidah orang Indonesia.

Dari Pasar ke Medsos

Kalau dulu “cuan” cuma terdengar di pasar atau dunia bisnis, sekarang pindah ke TikTok, IG, sampai obrolan harian. Kata ini bertransformasi dari istilah dagang → jadi simbol semangat cari uang.


Jadi, setiap kali kita bilang “cuan”, sebenarnya kita lagi bawa jejak sejarah bahasa Hokkien yang udah nyampur lama di Indonesia.

Bahasa memang begitu: ia bergerak, menyeberang, dan menetap. Dari pelabuhan dagang sampai layar ponsel, kata-kata ini ikut hidup bersama kita. Setiap kata bukan sekadar bunyi, tapi jejak perjalanan manusia.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar